Selasa, 20 Mei 2014

Selamat Tinggal Violetta

Untuk violetta yang kuceritakan dengan berbagai versi, saya berterima kasih karena telah membuat saya mengenal keseriusan. Tentu saja buka violetta. Ketika cerita terangkai dengan alur yang susah ditebak, saya dengan hati-hati menemukan sisi yang tak akan bisa didapatkan dengan tak mengenali dan menyelami cerita lebih dalam. Mungkin inilah hikmah yang saya peroleh dengan melarutkan diri pada hal yang memainkan perasaan. Kisah violetta bukan hanya sebatas cerita sederhana seperti riwayat ungu yang terbentik dari perpaduan biru dan merah. Dua warna primer yang mendadikan ungu adalah. Ini adapah jaring-jaring violet dari musim ke musim. Saya awalnya mengira setelah musim violet berlalu. Musim itu tak akan lagi kunamai violet. Tapi ternyata itu adalah sebuah kekeliruan karena kutemui beberapa musim violet dengan kisah yang berbeda. Tapi mungkin cerita yang akan mengalhiri ini adalah cerita yang begitu gersang. Violet tampak dengan kisah yang mengarah pada antagonis. Yang mencuak justru adalah violet dengan segala ketimpangan yang ada sehingga menjadikan sang pelakon yang akan kuharap menjadi jodoh yang dikirim tuhan pemenang mutlak. Violet dengan ingkarnya menunjukkan padaku sosok setia yang sesungguhnya. Violet dengan dustanya membuatku menghargai kejujuran yang menyakitkan kala itu. Dan tingkah aneh sang violet membuatku tahu bahwa lelaki pekerja kerasku adalah sosok yang tiada duanya.

Hingga tuk kisah violetta
Terima kasih telah membuatku tahu.
Terima kasih telah membuatku mengerti
Aku jadi mengerti cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar